Jumat, 25 November 2011

pendidikan mil.id

KURIKULUM PENDIDIKAN AKADEMI MILITER


PERATURAN KASAD

Nomor  :  Perkasad 8 / V / 2009 tanggal 19 Mei 2009

 
  1. KODE KURIKULUM             : Nomor : 00 - A1 - AKMIL - 2009.

  1. WAKTU OPERASIONAL  KURIKULUM        : 4 tahun  (Taruna Akmil)
  1. Taruna Akademi TNI ( Candradimuka ) :
1 tahun (2 semester) :   52 SKS
  1. Taruna Akmil                                     :
3 tahun (6 semester) : 144 SKS
 
  1. TEMPAT PELAKSANAAN PENDIDIKAN : Pendidikan dilaksanakan sebagai berikut :
  1. Taruna Akmil di Akmil Magelang.
  2. Sesarcab di Pusdik Jajaran Kodiklat TNI AD.


  1. TUJUAN PENDIDIKAN
Pendidikan Akademi Militer bertujuan untuk membentuk Taruna Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga, pengetahuan dan keterampilan dasar golongan Perwira, berkualifikasi akademis Program Diploma IV ( D IV ) Pertahanan serta jasmani yang samapta.

  1. KEMAMPUAN KELUARAN PENDIDIKAN
  1. Memiliki kemampuan dalam menghayati dan mengimplementasikan integritas kepribadian sebagai Prajurit Saptamarga.
  2. Memiliki kemampuan memimpin dan membina satuan serta mampu melaksanakan tugas staf secara terbatas pada kecabangan masing-masing.
  3. Memiliki kemampuan melaksanakan dasar taktik dan teknik militer serta mampu memelihara kondisi jasmani yang samapta.
  4. Memiliki kemampuan mengembangkan IPTEK militer dan umum didukung wawasan kebangsaan yang luas dan wawasan akademik.
  5. Memiliki kompetensi untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai profesi dalam rangka melaksanakan tugas untuk kepentingan pertahanan negara.
 
  1. TUGAS - TUGAS KELUARAN  PENDIDIKAN.
Melaksanakan tugas sebagai Komandan Peleton atau setingkat pada jabatan golongan VIII kecabangan masing-masing.
Mengimplementasikan kemampuan akademik Sarjana Sains Terapan Pertahanan guna mendukung tugas TNI AD dalam pertahanan negara matra darat.
 
  1. SASARAN YANG INGIN DICAPAI.
  1. Bidang Pengembangan Kepribadian.
  1. Menjadi Warga Negara yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara.
  2. Memiliki keyakinan yang kuat terhadap ideologi Pancasila sebagai satu-satunya ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Memahami, menghayati dan mengaplikasikan tentang keharusan dan larangan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, yang rela berkorban demi bangsa dan negara dalam melaksanakan pertahanan negara.
  4. Memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah yang dihadapi khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya.
  5. Memiliki loyalitas, ketaatan dan kepatuhan kepada atasan, serta mendahulukan tugas diatas segala-galanya.
  6. Memiliki keteguhan, keberanian, ketabahan, keteladanan dalam sikap prilaku dalam melaksanakan tugas berdasarkan hukum serta perundang-undangan yang berlaku.
  7. Peka terhadap permasalahan yang berkembang dalam masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan Kemanunggalan TNI - Rakyat.
  8. Memiliki keberanian  memerintah, menegor dan mengoreksi kesalahan anak buah.

  1. Bidang Pengetahuan dan Keterampilan.
  1. Bidang Pengetahuan.
  1. Memiliki  pengetahuan di bidang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan di bidang teknik dan taktik bertempur.
  2. Memiliki pengetahuan di bidang kepelatihan dan keguruan secara terbatas.
  3. Memiliki pengetahuan  militer umum bidang mental ideologi, kejuangan dan kepemimpinan.
  4. Memiliki pengetahuan di bidang persenjataan dan peraturan militer dasar.
  5. Memiliki pengetahuan bidang intelijen dan teritorial terbatas.
  6. Memiliki pengetahuan dasar teknologi dan dasar strategi yang menunjang langsung kebutuhan profesi maupun bekal dalam pengembangan diri.
  7. Memiliki pengetahuan untuk memahami, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan bidang pertahanan, serta melaksanakan analisa secara kualitatif dan kuantitatif serta penalaran yang kuat dan berpikir mandiri.
  8. Memiliki pengetahuan dasar yang baik di bidang bahasa.
  9. Memiliki pengetahuan dasar di bidang  ilmu pengetahuan dan teknologi bidang sosial  dan humaniora.
  10. Memiliki pengetahuan kecabangan, yang mendukung tugas-tugas sebagai Danton atau setingkat.
  11. Memiliki kompetensi pengetahuan dan keterampilan sesuai disiplin ilmu kesarjanaan bidang pertahanan negara.
  12. Memiliki pengetahuan pembinaan jasmani dan kemampuan menerapkan pembinaan jasmani secara benar di satuan.
  13. Memiliki kondisi jasmani yang samapta (postur prajurit, kesegaran jasmani dan ketangkasan jasmani), sehingga mewujudkan kewibawaan lahiriah  sebagai Perwira TNI AD.

  1. Bidang Keterampilan.
  1. Memiliki  keterampilan di bidang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan di bidang teknik dan taktik bertempur.
  2. Memiliki keterampilan di bidang kepelatihan dan keguruan secara terbatas.
  3. Memiliki keterampilan di bidang persenjataan dan peraturan militer dasar.
  4. Memiliki keterampilan untuk memahami, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan bidang pertahanan serta melaksanakan analisa secara kualitatif dan kuantitatif serta penalaran      yang kuat dan berpikir mandiri.
  5. Memiliki keterampilan dasar yang baik di bidang bahasa.
  6. Memiliki kompetensi keterampilan sesuai disiplin ilmu kesarjanaan bidang pertahanan negara.

  1. Bidang Profesi. Sasaran yang ingin dicapai sesuai dengan program studi antara lain :
  1. Program Studi Manajemen Pertahanan.
  1. Memiliki kemampuan dasar Manajemen Pertahanan sesuai dengan perannya dalam penugasan di lapangan.
  2. Mampu melaksanakan tugas profesi di lapangan sebagai Komandan Peleton atau setingkat.
  3. Memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan militer taktik, militer umum, dasar IPTEK dan memiliki pengetahuan profesi Manajemen Pertahanan untuk pengembangan karier sebagai kader pemimpin.

  1. Program Studi Teknik Sipil Pertahanan.
  1. Memiliki kemampuan dasar Teknik Sipil Pertahanan sesuai dengan perannya dalam penugasan di lapangan
  2. Mampu melaksanakan tugas profesi di lapangan sebagai seorang Komandan Peleton atau setingkat.
  3. Memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan militer taktik, militer umum, dasar IPTEK dan memiliki pengetahuan profesi Teknik Sipil Pertahanan untuk pengembangan karier sebagai kader pemimpin.

  1. Program Studi Teknik Mesin Pertahanan.
  1. Memiliki kemampuan dasar Teknik Mesin Pertahanan sesuai dengan perannya dalam penugasan di lapangan.
  2. Mampu melaksanakan tugas profesi di lapangan sebagai seorang Komandan Peleton atau setingkat.
  3. Memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan militer taktik, militer umum, dasar IPTEK dan memiliki pengetahuan profesi Teknik Mesin Pertahanan untuk pengembangan karier sebagai kader pemimpin.

  1. Program Studi Teknik Elektro Pertahanan.
  1. Memiliki kemampuan dasar Teknik Elektro Pertahanan sesuai dengan perannya dalam penugasan di lapangan.
  2. Mampu melaksanakan tugas profesi di lapangan sebagai seorang Komandan Peleton atau setingkat.
  3. Memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan militer taktik, militer umum, dasar IPTEK dan memiliki pengetahuan profesi Teknik Elektro Pertahanan untuk pengembangan karier sebagai kader pemimpin.

  1. Program Studi Administrasi Pertahanan.
  1. Memiliki kemampuan dasar Administrasi Pertahanan sesuai dengan perannya dalam penugasan di lapangan.
  2. Mampu melaksanakan tugas profesi di lapangan sebagai seorang Komandan Peleton atau setingkat.
  3. Memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan militer taktik, militer umum, dasar IPTEK dan memiliki pengetahuan profesi Administrasi Pertahanan untuk pengembangan karier sebagai kader pemimpin.

  1. POLA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
  1. Tahap pembentukan sikap. Pada tahap ini Taruna diberikan pembekalan materi pembinaan mental rohani, mental ideologi dan mental kejuangan untuk membentuk sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga di dalam mengikuti pendidikan.
  2. Tahap pengisian.     Pada tahap ini Taruna diberikan pembekalan ilmu pengetahuan dan keterampilan dasar Perwira yang dituangkan dalam kurikulum untuk membentuk  profesionalisme prajurit sesuai dengan tujuan pendidikan. Adapun pembekalan yang diberikan sebagai berikut :
  1. Pembekalan matra darat dasar. Lulusan Akademi Militer adalah Perwira Pejuang Saptamarga yang memiliki kemampuan teknik dasar profesi kematraan serta potensi ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu agar mampu mengembangkan karier selama pengabdiannya dan memiliki kualifikasi Profesi Kemiliteran serta kualifikasi Ilmu Umum Kesarjanaan bidang Pertahanan sehingga mampu menerapkan ilmu tersebut untuk memahami, menganalisis, dan menyelesaikan  masalah  pertahanan serta memiliki kemampuan analisis kualitatif dan kuantitatif serta penalaran yang kuat dan berpikir mandiri.
  2. Pembekalan  matra darat dasar lanjutan diberikan pada pendidikan dasar kecabangan.
  1. Tahap Pemantapan. Pada tahap ini Taruna diberikan pembekalan/ ceramah / OJT / KKN / Tugas Akhir untuk menambah kemampuannya sehingga dapat mengaplikasikan materi pelajaran yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas.

  1. Pembagian Jumlah SKS  dalam Kurikulum. Kurikulum yang digunakan dalam operasional pendidikan sebagai berikut :
    1. Tingkat-I (Capratar, Pratar dan Koptar) semester 1 dan 2. Pendidikan dasar keprajuritan (Chandradimuka) / pendidikan Integratif Taruna Akademi TNI ini diselenggarakan oleh Mako Akademi TNI, dan kurikulum pendidikan yang digunakan adalah berdasarkan Keputusan Danjen Akademi TNI. Jumlah SKS untuk pendidikan Integratif Taruna Akademi TNI adalah sebanyak 52 SKS.
    1.  Tingkat-II (Sertar) semester 3 dan 4, Tingkat-III (Sermadatar) semester 5 dan 6 serta Tingkat-IV (Sermatutar) semester 7 dan 8. Pendidikan dasar matra darat diselenggarakan oleh Akademi Militer pada semester 3 s/d 7 dan kurikulum pendidikan yang digunakan adalah berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat. Kurikulum Akademi Militer yang sudah melalui berbagai kajian, koordinasi dan pertimbangan serta uji teori, yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dan lembaga dewan kurikulum TNI AD. Adapun penentuan program studi dengan hasil perumusan Kurikulum Akademi Militer, untuk Taruna mulai werving tahun 2007 sebagai berikut :
      1. Jumlah SKS untuk program studi Manajemen Pertahanan sebanyak 144 SKS, diikuti oleh Taruna Kecabangan Infanteri, Kavaleri dan Armed.
      2. Jumlah SKS untuk program studi Teknik Sipil Pertahanan sebanyak 144 SKS, diikuti oleh Taruna Kecabangan Czi.
      3. Jumlah SKS untuk program studi Teknik Mesin Pertahanan sebanyak 144 SKS, diikuti oleh Taruna Kecabangan Cpl dan Cpn.
      4. Jumlah SKS untuk program studi Teknik Elektro Pertahanan sebanyak 144 SKS, diikuti oleh  Taruna Kecabangan Chb dan Arhanud.
      5. Jumlah SKS untuk program studi Administrasi  Pertahanan sebanyak 144 SKS, diikuti oleh Taruna Kecabangan Cba, Cku, Caj, Cpm, Ctp dan Chk.
Catatan :
Apabila terjadi jumlah peserta didik kurang dari batas minimal pada suatu Korps diintegrasikan pada prodi terdekat pada rumpunnya tanpa menghilangkan makna dan kompetensi Korps masing-masing. Hal ini hanya persoalan Akademik bukan persoalan Korps.

  1. KUALIFIKASI LULUSAN
Keluaran pendidikan Akmil adalah Perwira TNI AD berpangkat Letnan Dua sesuai korps masing-masing yang berkemampuan dasar jabatan golongan VIII setingkat Komandan Peleton dan memiliki kualifikasi Akademis Program Diploma IV (D IV) Pertahanan dengan gelar Sarjana Sains Terapan Pertahanan (SST Han).

www.akmil.ac.id/

pendidikan

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

Universitas Gadjah Mada

PROGRAM PENDIDIKAN

Menurut Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum, Peraturan Pemerintah Nomor 153 Tahun 2000 tentang Penetapan Universitas Gadjah Mada sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN); Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 232/u/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 80/P/SK/PD/2001 tertanggal 1 Oktober 2001 Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Program Sarjana untuk Program Studi di Universitas Gadjah Mada, dinyatakan bahwa Universitas Gadjah Mada adalah Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan pendidikan profesional.

  • PENDIDIKAN AKADEMIK
  • Tujuan umum program akademik adalan menyiapkan peserta didik (mahasiswa) menjadi warga Negara yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, dan masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya. Program pendidikan akademik yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada terdiri atas Program Sarjana dan program Pasca Sarjana.
    1. Program Sarjana merupakan jenjang pertama program akademik, mempunyai beban studi 144 - 160 sks dijadwalkan sekurang-kurangnya 8 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 semester dan selama-lamanya 14 semester setelah pendidikan menengah. Program sarjana ini dapat ditempuh sebagai program regular dan program multi entry (program swadaya).
    2. Program Pasca Sarjana terdiri atas Program Magister dan Program Doktor. Program Magister merupakan jenjang kedua program akademik, mempunyai beban studi komulatif 36 - 50 sks, dijadwalkan untuk 4 semester dan dapat ditempuh dalam waktu 4 - 10 semester setelah Program Sarjana. Program Doktor merupakan jenjang ketiga program akademik, mempunyai beban studi komulatif sekurang-kurangnya 40 sks, dijadwalkan untuk 4 semester dan dapat ditempuh dalam waktu 4 - 10 semester setelah Program Magister.
  • PENDIDIKAN PROFESIONAL
  • Tujuan umum program pendidikan profesional adalah menyiapkan mahasiswa menjadi warganegara yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, memiliki integritas yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian serta masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan langsung dalam bidang keahliannya, serta memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam bidang tertentu. Program pendidikan profesional yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada terdiri atas Program Diploma 1, Program Diiploma III, Program Diploma IV, Program Profesi, dan Program Spesialis I :
    • Program Diploma I mempunyai beban studi komulatif 40 - 50 sks, dijadikan untuk 2 semester, dan dapat ditempuh dalam waktu 2 - 4 semester. Program ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknik yaitu Program Studi Survei Pengukuran dan Pemetaan.
    • Program Diploma III mempunyai beban studi komulatif 110 - 120 sks, dijadwalkan untuk 6 semester, dan dapat ditempuh dalam waktu 6 - 20 semester.
    • Program Diploma IV mempunyai beban studi komulatif 144 - 160 sks, dijadwalkan untuk 8 semester, dan dapat ditempuh dalam waktu 8 - 14 semester.
    • Program Pendidikan Profesi mempunyai beban studi komulatif 20 - 40 sks, dijadwalkan untuk 2 - 6 semester setelah Program Sarjana. Program Profesi diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi, Farmasi, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan dan Psikologi.
    • Program Spesialis I yang mempunyai beban studi 36 - 50 sks, dijadwalkan untuk 4 semester, dan dapat ditempuh dalam waktu 4 - 10 semester setelah Program Sarjana/ Profesi. Program Spesialis I diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Hukum.

JENJANG PROGRAM PENDIDIKAN

Menurut jenjangnya, saat ini terdapat 5 jenjang program pendidikan di UGM.
  • Program Diploma
    • Program D-I
    • Program D-III
    • Program D-IV
  • Program Sarjana
    • (18 fakultas), terdiri atas 68 program studi
    • Program Swadaya/ Full Payment
  • Program Profesi
    • Apoteker di Fakultas Farmasi
    • Dokter di Falkutas Kedokteran
    • Dokter Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi
    • Dokter Hewan di Falkutas Kedokteran Hewan
    • Akuntan di Fakultas Ekonomi
  • Prigram Magister dan Program Spesialis I
    • Program Magister
    • Sesuai dengan keputusan Rektor Univeritas Gadja Mada No: 89/Pk/SK/HT/2006 tanggal 9 Maret 2006 penyelenggaraan Program Paasca Sarjana dibagi menjadi 2 :
      1. Program Pasca Sarjana Monodisiplin : yang terdiri dari 88 Program Studi dan langsung dikelola oleh Fakultas terkait.
      2. Program Pasca Sarjana Multidisiplin : terdiri dari 14 Program Studi dan Magister yang dikelola oleh sekolah Pasca Sarjana.
      Rincian program studi dan magister, serta fakultas/lembaga pendukungnya tercantum dalam buku panduan fakultas penyelenggara.
    • Program Spesialis I
    • Program ini diselenggarakan oleh Fakultas kedokteran (14 Program Studi), Fakultas Kedokteran Gigi (1 Program Studi) dan Fakultas Hukum (1 Program Studi). Rincian Program tercantum dalam buku panduan fakultas penyelenggara.
  • Program Doktor
  • Program Doktor yang meliputi 6 kelompok bidang ilmu dikelola oleh Sekolah Pasca Sarjana. Rincian Program ini serta fakultas pendukungnya tercantum dalam Buku Panduan Sekolah Pasca Sarjana.

www.ugm.ac.id

Kamis, 17 November 2011

kisi - kisi UN

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi mengatakan bahwa ujian utama tingkat SMP,MTS dan SMPLB dapat dilaksanakan pada 11-14 April dan ulangan 23-24 Mei. Sementara Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) diselenggarakan pada Mei 2010.
Djemari menjelaskan sambil menunggu tahun depan UN akan disempurnakan. Seperti kriteria kelulusan untuk sekolah yang telah mencapai standar nasional pendidikan atau kategori mandiri ditentukan oleh BSNP. “Sementara untuk yang belum penuhi standar ditentukan oleh masing-masing provinsi,” katanya.
Penyelenggaran UN SMA,SMK dan MA, tambahnya, BSNP mendelegasikan pelaksanaanya pada perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah dengan dibantu oleh dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Sedangkan untuk tingkat SMP dan MTS dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi dan kota.
Djemari menambahkan, penyempurnaan lainnya yakni mengenai pencetakan bahan ujian nasional harus dilakukan oleh perusahaan yang memenuhi kriteria dan sebaiknya dilakukan pada rayon seperti rayon Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Timur. “Pencetakan bahan UN SMA,MA, dan SMK dilakukan perguruan tinggi negeri,” katanya.
Pihaknya juga akan meniadakan tim pemantau independen yang bertugas memantau pelaksanaan UN untuk SMP dan MTS dan akan diserahkan pada dinas pendidikan dan kabupaten. Djemari menegaskan, UN wajib dilaksanakan pada semua satuan pendidikan karena amanat dari PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Untuk mempermudah siswa agar fokus dan sukses pada mata pelajaran UN 2010, Depdiknas melalui Peraturan Menteri No. 75 Tahun 2009 telah menyusun Kisi-kisi soal UN. Kisi-kisi soal UN adalah acuan dalam penyusunan dan pengembangan soal ujian nasional (UN). Soal UN dibuat oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Badan Penelitian Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional dibawah koordinasi Badan Standar  Nasional Pendidikan (BSNP). Soal UN akan dikaji/ditelaah oleh guru, dosen, dan Puspendik di bawah koordinasi BSNP.
Berikut ini adalah kisi-kisi UN 2010 yang telah nusantaraku susun berdasarkan tingkatan sekolah dan mata pelajaran. Silahkan download file jenis pdf sesuai dengan tingkatan dan mata pelajaran yang akan diuji. Rata-rata ukuran file kisi-kisi ini adalah 25 kB. (Silahkan download dengan cara : klik kanan pada download, save as)

Kisi-Kisi UN 2010 Tingkat SMA/SMK/MA dan Sederajat

Kisi-Kisi UN 2010 SMA Program IPA
NoMata PelajaranJumlah Soal
1Bahasa Indonesia50 (download)
2Bahasa Inggris50 (download)
3Matematika40 (download)
4Fisika40 (download)
5Kimia40 (download)
6Biologi40 (download)
NoMata PelajaranJumlah Soal
1Bahasa Indonesia50 (download)
2Bahasa Inggris50 (download)
3Matematika40 (download)
4Ekonomi40 (download)
5Sosiologi40 (download)
6Geografi40 (download)
Kisi-Kisi  UN 2010 SMA Program Bahasa
NoMata PelajaranJumlah Soal
1Bahasa Indonesia50 (download)
2Bahasa Inggris50 (download)
3Matematika40 (download)
4Sastra Indonesia40 (download)
5Sejarah /Antropologi40 (download)
6Bahasa Asing Pilihan40 (download)
NoMata PelajaranJumlah Soal
1Bahasa Indonesia50 (download)
2Bahasa Inggris50 (download)
3Matematika40 (download)
4Teori KejuruanSilahkan Pilih Jurusan
Kisi-Kisi UN 2010 MA
NoMata PelajaranJumlah Soal
1Bahasa Indonesia50 (download)
2Bahasa Inggris50 (download)
3Matematika40 (download)
4Ilmu Tafsir40 (download)
5Ilmu Hadist40 (download)
6Ilmu Fiqih40 (download)
NoMata PelajaranJumlah Soal
1B. Indonesia, B.Inggris dan MatematikaLengkap (download)

Kisi-Kisi UN 2010 Tingkat SMP/MTs dan Sederajat

Kisi-Kisi UN 2010 SMP/MTs
NoMata PelajaranJumlah Soal
1Bahasa Indonesia50 (download)
2Matematika40 (download)
3Bahasa Inggris50 (download)
4IPA40 (download)
Kisi-Kisi UN 2010 SMP-LB
NoMata PelajaranJumlah Soal
1B.Indonesia,Matematika, B.Inggris
Lengkap (download)

Kisi-Kisi UASBN 2010 Tingkat SD/MI  dan Sederajat

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UASBN Utama Tingkat SD dan MI 2010.
Kisi-Kisi UN 2010 SD/MI
No
Mata Pelajaran
Jumlah Soal
1B.Indonesia, Matematika, B.Inggris
Lengkap (download)
***************
Salam Sukses,
ech-wan, 14 Nov 2009
Untuk waktu pelaksanaan UN 2010, dapat Anda lihat di :
File-file peraturan Menteri Pendidikan Nasional yang terkait UN 2010 :



Prediksi Soal UN SMP 2011-2012

Prediksi Soal UN SMP 2011 ini kami susun dan berlaku bukan hanya untuk SMP (Sekolah Menengah Pertama) tetapi tentu saja berlaku pula untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam rangka persiapan UN SMP 2011 yang lebih matang dan terarah sebab disusun oleh para pengajar yang berpengalaman di bidangnya. Kami lebih senang mengistilahkan Prediksi Soal UN SMP 2011 ini dengan istilah Latihan yang terarah Ujian Nasional  SMP / MTs karena semua jenis soal yang diujikan berusaha kami sesuaikan dengan Kisi-kisi Ujian Nasional yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional atau Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Kepala Bidang Analisis dan Informasi Pusat Penilai Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan Nasional ( Kemendiknas), Haris Sertiadi mengatakan tahun 2011 mendatang pelaksanaa ujian nasional ( UN) akan di evaluasi.
“ UN itu sebagai entry point untuk membina sekolah-sekolah di Indonesia. Untuk tahun 2011, UN akan dievaluasi,”tegas Haris, pembicara dalam dialog publik dengan pendidik dan tenaga pendidik, di pendopo Lapangan Merdeka, di arena pameran pendidikan Olimpiade Sains Nasional ( OSN) ke IX, siang ini.
Hari menambahkan, UN itu perlu dievaluasi supaya pelaksanaannya lebih baik, bagus dan memiliki metode. Hari juga mengungkapkan untuk evaluasi UN ada beberapa opsi yang perlu dilakukan.
“ Opsi tersebut, misalnya UN tidak menjadi standar kelulusan tetapi dapat digunakan untuk jenjang pendidkan selanjutnya. Kemudian, UN dijadikan sebagai standar kelulusan tapi yang menentukan kelulusan adalah sekolah. Terakhir, UN untuk menganalisa kecurangan dalam ujian,”ujarnya.
Pelaksanaan UN sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) No 19 Tahun 2005 Pasal 68. Dimana disebutkan UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Selain itu merupakan dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan dan pembinaan dan pemberi bantuan kepada satuan pendidik dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
 
 

Prediksi Soal UN SMP 2011-2012

mtsnegeribatu.sch.id/index.php/component/.../77-prediksiun2011